Cakupan air perpipaan Jakarta mencapai 83,27%. PAM Jaya menyebut perluasan layanan turut menekan penggunaan air tanah dan memperlambat amblesan. Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, ketersediaan jaringan air perpipaan berkontribusi terhadap pengurangan ketergantungan masyarakat pada air tanah. Penggunaan air tanah yang berlebihan selama ini menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan muka tanah di Jakarta. "Pada tahun 2025 riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah.